Kamis, 13 Oktober 2011

Kuliah ?% - Ormawa ?%

Fauzan | PD 2011
Kuliah 75%, Ormawa 25%
“Aku pengen bisa ikut semua ormawa yang aku pilih dan tetap fokus di kuliah, tetap belajar dengan cara mengulang pelajaran saat malam apabila tidak capek dan
tiap minggu, harapannya walau ikut ormawa, nilai ujian bisa A semua.”








Immada | AM 2010
Kuliah 60%, Ormawa 40%
“Kuliah adalah yang nomer satu, kalau ikut ormawa, selalu prioritaskan yang penting yang mana. Apabila ada waktu senggang, gunakan untuk membaca buku. Yang penting, pilihlah kegiatan yang kalian senangi dan bagi waktu dengan kuliah.”







Nuha | Batra 2011
Kuliah 50%, Ormawa 50%
“Aku pilih 50:50 maksudnya biar seimbang antara kuliah sama ormawa. Tetap belajar dengan nyicil, di setiap kegiatan usahakan untuk belajar, bisa bawa buku ataupun oret-oretan yang lebih singkat. Selalu usahakan untuk mengimbangkan waktu.”






Kahar | Fisioterapi 2011
Kuliah 70%, Ormawa 30%
“Fokus ke kuliah, kalau ada tugas kuliah sama ormawa, lihat dulu deadline-nya, lebih dulu yang mana. Buat teman-teman Aberdiksi 2011, tetap solid dan selalu tentukan skala prioritas kalian!”







Nur Melati | PB 2011
Kuliah 100%, Ormawa 100%
“Presentase buat kuliah sama ormawa bagiku harus 100%. Karena tugas kita disini kan emang belajar, tapi ormawa nggak kalah pentingnya untuk belajar berorganisasi. Jadi kita harus siap mengambil resiko ikut banyak kegiatan, mungkin jadi lebih dikit waktu buat mainnya. Semoga niat baik kita dapat hasil yang baik juga.”










(Aya, Gita, GK)

Meet The Mawapres

Are you the next Mawapres ?


Duhita Pramesthi Hayuningtyas
(Duhita) | PD 09
Surabaya, 2 November 1992
Kedung Tarukan V no. 29 Surabaya
085743551423 | @duhiduhinyet
“I dreamt a dream about my childhood and I was born to do it.”

Nah, ini dia juara II Mawapres 2010, Kak Duhita. Kakak ini mengaku ingin menantang dirinya untuk ikut Mawapres, karena akan ada rasa puas tersendiri apabila berani mengikuti kegiatan.  Kiat-kiat khusus Kak Duhita dalam mempersiapkan untuk Mawapres adalah tetap belajar dan berorganisasi, termasuk juga aktif dalam karya tulis. Soal gaya belajar Kak Duhita, ia sering belajar kalau waktunya efektif, namun masih merasa kurang bagus karena kurang bisa menarget. Semangat yang digunakan Kak Duhita adalah kata-kata, ‘Aku kok nggak tau, temenku kok tau, rasanya jadi bodoh sendiri kalo nggak tau apa-apa’, jadi semangat belajar. Apabila merasa jenuh saat belajar, Kak Duhita refreshing dengan main game, baca komik, dan jalan-jalan dengan teman. Harapan untuk diri Kak Duhita adalah lebih banyak cari pengalaman, belajar lebih baik dan cepat lulus. Pesan buat maba, “Jangan terlalu santai di semester 1, harus sudah menemukan pola belajar yang sesuai, dan banyak tulis karya ilmiah.” Bagi Kak Duhita, kebutuhan kuliah 70% dan untuk ormawa 30%, karena bagaimanapun, tujuannya adalah menjadi dokter. Salah satu quote dari Winnie the Pooh ini menjadi favoritnya Kak Duhita, “If you’ll live a hundred years, I wanna live a hundred years minus one, so I don’t have to live without you.”


Abdurrahman
(Maman) | PD 09
Surabaya, 26 Desember 1992
Wisata Bukit Mas C8-28 Surabaya
085648654513 | @ma2nnis
“Belajar terus hingga ke liang lahat…”
Mas Maman adalah juara III Mawapres 2010. Motivasinya ikut Mawapres adalah untuk menambah prestasi ke depannya, dalam jangka panjang agar mempermudah mengambil PPDS. Untuk gaya belajar, Mas Maman mengaku belajar dimana pun, kapan pun, dan dalam keadaan apapun, sebab belajar adalah kebutuhan utama. Untuk memacu semangat belajar, Mas Maman lebih senang membuat target, misalkan, bulan ini harus menghabiskan materi A, lalu sering mengulang-ulang pelajaran, apalagi untuk mata pelajaran baru, butuh waktu lama untuk menemukan cara belajar yang enak. Untuk mengatasi jenuh saat belajar, Mas Maman mengatasinya dengan cara berwudhu, mendengarkan lagu, dan main game. Harapan Mas Maman untuk dirinya sendiri adalah menjadi dokter yang bermanfaat dan dapat merubah keadaan, lalu menjadi dosen dan professor. Untuk maba, Mas Maman berpesan untuk memanfaatkan waktu kuliah sebaik mungkin, dengar dan catat apapun yang penting, dan dekati teman-teman yang pintar. Jangan lupa untuk beristirahat yang cukup. Bagi Mas Maman, kuliah adalah yang terpenting, 90%, sisanya untuk ormawa. Quote favorit Mas Maman adalah “Berlaku adil lah meski engkau punya kekuatan untuk berkuasa, bersabar dan jangan marah meski punya kemampuan untuk membalas”

Rabu, 12 Oktober 2011

Profil Linguist




Made Pury Pratiwi (Made) | Jurnalis
Surabaya, 5 Agustus 1993
"Hidup hanya sekali"


Soraya Isfandiary Iskandar (Aya) | Jurnalis
Surabaya, 25 September 1994
"Smile and the world is yours"


Astari Rahma Dewi (Tari) | Fotografer
Surabaya, 16 Oktober 1992
"Hiduplah untuk memberi yang sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima yang sebanyak-banyaknya (Laskar Pelangi)"


Iqlima Luthfita Sari (Ika) | Layouter
Malang, 7 Desember 1992
"You can catch your dream if you have courage to pursue them"

Raniputri Dutapertiwi (Rani) | Jurnalis
Magetan, 4 Mei 1993
"Tuhan, letakkan dunia di tanganku, jangan di hatiku"


Gita Rahmatika Unando (Gita) | Jurnalis
Surabaya, 14 Juli 1993
"Smile to all people cause all people will smile to me"


Muhammad Indra Mahardika Iridika Humeri (Indra) | Web Designer
Solo, 23 Juli 1993
"Dengan mendengar, kita bisa lebih memahami"


Andre Mahardika Harsono (Andre) | Jurnalis
Bogor, 23 Agustus 1993
"Do the best, God do the rest"


Fayoza Rahardian Putra (Yoza) | Jurnalis
Jakarta, 31 Mei 1994
"Laugh is the most powerful thing in the world. Sometimes in life, it's the only thing we have"


Stefanus Gunawan Kandinata (GK) | Jurnalis
Surabaya, 1 Juni 1994
"No pain no gain"

Tensi Sehat Untuk Semua : Dari Aberdiksi untuk Masyarakat

Aberdiksi baru saja mengadakan acara yang luar biasa, yaitu acara tensi gratis massal. Temanya keren lho : Tensi gratis untuk semua. Acara ini diketuai oleh Bagus Cahya, yang dibantu oleh beberapa Kadiv. Acara ini dilaksanakan di Masjid di Cheng Hoo, dan mampu menjaring sekitar 300 orang.

Laporan wartawan

Siang itu pukul sebelas, saya dan empat orang teman berangkat ke masjid Cheng Hoo, menyusul teman-teman dan panitia yang sudah lebih dulu sampai. Sampai di masjid Cheng Hoo lima belas menit kemudian, masjid Cheng Hoo sudah penuh oleh orang yang hendak shalat Jum’at. Segera saya mengambil air wudhu dan mencari tempat untuk melaksanakan shalat Jum’at.

Usai shalat Jum’at, kami langsung bertugas : bagian pubdok (publikasi dan dokumentasi) mempromosikan acara ini dan mengajak orang-orang untuk mengikuti acara tensi. Divisi Kamzin (Keamanan dan Perizinan) yang diketuai oleh teman saya, Adhyaksa Akbar, bersiap-siap untuk menjaga keamanan dan ketertiban acara, serta teman-teman dari bagian peralatan yang berkeliling untuk memastikan semua peralatan dan kebutuhan tersedia dan berjalan dengan baik. Tidak ketinggalan pula para juru foto yang berjalan-jalan sambil menenteng kamera untuk mengabadikan momen yang meriah ini dalam kanvas cahaya mereka. Saya, dan teman-teman lain dari tim medis, bersiaga di belakang meja tensi dengan “senjata” kami : Tensimeter dan stetoskop, untuk mengukur tensi orang-orang yang datang, serta beberapa lembar selebaran yang diberikan oleh bagian pubdok untuk memberi sosialisasi ringan tentang tensi dan hidup sehat.

Selama bertugas. saya pribadi merasa senang karena banyak orang yang datang ke acara ini untuk memeriksakan kesehatan mereka, karena mereka ternyata adalah orang-orang yang sadar dan peduli dengan kesehatan mereka. Yang lebih membuat saya senang, adalah karena dari lima pasien yang saya periksa, semuanya menunjukkan hasil yang menggembirakan : tensi mereka normal. Saya bersyukur karena mereka semua ternyata sangat sehat.

Saya sempat menanyai tentang gaya hidup mereka. Kebanyakan dari mereka rutin berolahraga. Biasanya mereka berjalan kaki di pagi hari (sekitar waktu Subuh) sebelum mereka melaksanakan aktivitas-aktivitas mereka. Selain itu, mereka pun cukup minum air dan rajin mengkonsumsi makanan sehat, seperti sayur-sayuran dan makanan rendah garam. Dan juga, mereka juga rutin untuk memeriksakan tekanan darah mereka, serta memiliki pengetahuan yang cukup tentang tensi darah. Dalam pikiran saya, mereka termasuk yang benar-benar concern dalam urusan kesehatan mereka.

Semoga makin banyak orang-orang Indonesia, khususnya di daerah Surabaya dan sekitarnya, yang sadar dengan kesehatan diri mereka, supaya kita bisa mewujudkan generasi Indonesia yang sehat. (Indra M)

Salam Redaksi

Assalamualaikum wr.wb,

Salam sejahtera bagi kita semua.

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berkat karunia dan kesempatan yang diberikannya, kita dapat menyelesaikan bulletin ini.

Hidup mahasiswa! Jargon ini tidak asing lagi bagi kita semua. Jargon yang sering kita teriakkan saat pertama kali memasuki dunia perkuliahan. Saat ini, kita semua dalam proses menuju dewasa, dari siswa menjadi mahasiswa. Kita menghadapi dunia yang begitu berbeda dari SMA yang baru saja kita tinggalkan. Begitu terasanya tambahan kata ‘maha’ yang kita sandang.

Jadwal kuliah setiap hari berserta tugas-tugas dan kegiatan non akademik yang banyak sekali. Hal ini membuat para mahasiswa baru kebingungan membagi waktu antara kuliah dan kegiatan non akademik. Di sinilah tema kami, kehidupan mahasiswa baru yang penuh dengan kegiatan.

Simak artikel-artikel berserta opini dari beberapa narasumber yang kami wawancara. Tetap semangat dan jangan lupa belajar ! Hidup mahasiswa! Hidup mahasiswa ! Hidup mahasiswa ! Nikmati juga sajian rubrik-rubrik kami lainnya, seperti rubrik preparat, realitas, reportase, humanity, dan rubrik-rubrik menarik lainnya. Selamat menikmati, semoga bermanfaat :) .